Berita Terbaru Lihat Dibawah ini

Tugas Ilmu Jurnalistik 19 Desember 2012


1.Ceritakan sejarah jurnalistik ?

Jawaban :
Awal mula lahirnya Jurnalistik dimulai sekitar 3000 tahun lalu. Terdapat konsep dasar jurnalistik yaitu, penyampaian berbagai pesan, berita dan informasi. konsep dasar tersebut berakar dari saat ketika itu Firaun, Amenhotep III, di Mesir mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang tersebar di berbagai daerah provinsi untuk mengabarkan apa yang terjadi di pusat.
Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
Media massa di Indonesiatumbuh dan berkembang secara unik, dibandingkan dengan negara lain, terutama bila dibandingkan dengan lahir dan tumbuhnya media massa di negara-negara barat dan AS. Media cetak di Indonesia lahir pada masa penjajahan Belandayaitu dengan terbitnya surat kabar Bataviase Nouvelles (1744). Koran ini tentu saja dijalankan oleh manajemen dan jurnalis Belanda. kemudian lahirlah pers "pribumi", media cetak yang berkomunikasi dengan bahasa melayu atau bahasa daerah dan dipimpin oleh seorang pribumi. masuk dalam kategori ini adalah warta berita (1901) yang selain berbahasa melayu juga dicetak dalam bahasa latin. surat kabar lain yang lahir pada abad ke-19 meskipun telah dicetak dengan huruf latin dan berbahasa melayu tetapi umumnya masih di pimpim oleh orang-orang Belanda. Koran yang dipimpin oleh kaum pribumi ini merupakan cikal bakal "pers perjuangan" yaitu media cetak berbahasa Melayu yang menyiratkan cita-cita kemerdekaan dari penjajahan asing dalam kebijakan redaksionalnya.
Istilah pers perjuangan kembali populer setelah 17 Agustus 1945, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi kemudian pihak Belanda (mencoba) menjajah kembali bangs Indonesia. Pada era 1945-1946, koran-koran yang membawakan suara bangsa Indonesia masih mendapat survive si tengah tekanan pihak Belanda. Wartawan Indonesia H. Rosiwan Anwar adalah contoh "sisa-sisa laskar panjang" yang mengalami sendiri masa-masa sulit itu.

Konsistensi pers cetak semakin terlihat pada perjalanan bangsa ini, mulai dari era demokrasi liberal (1950-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965), demokrasi pancasila (1965-1998) dan kini, serta era reformasi (1998-sekarang).

(Sumber : Buku Jurnalistik Indonesia Drs. A.S. Haris Sumadiria M.Si dan Pendapat saya)

2.Jelaskan proses hadirnya suau\tu berita sehingga bias dibaca di masyarakat ?

Jawaban :
Setiap waktu masyarakat diterpa bermacam berita dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, bahkan melalui akun jejaring sosial dan BlackBerry Mesenger.  Banyak berita tersebut yang berguna karena informasinya sangat dibutuhkan, namun tidak sedikit berita itu hanya layak menjadi sampah karena tidak akurat dan bahkan menyesatkan.

Proses terjadinya Berita
Tidak semua fakta peristiwa maupun pendapat manusia dimuat/disiarkan menjadi berita,  karena tidak semua fakta layak dijadikan.Juga hanya fakta yang dipilih redaksi  yang bisa menjadi berita, sehingga suatu fakta hanya mungkin menjadi berita, jika: 1)  diketahui dan diliput oleh wartawan (reporter/koresponden/kontributor)  serta 2) dipilih oleh redaksi untuk disiarkan menjadi berita media massa.
Wartawan itu juga manusia, sehingga pelaksanaan tugasnya bisa saja dipengaruhi oleh kecenderunganya sebagai manusia, yaitu:1) ingin menonjolkan diri, 2) ingin menghindari resiko, dan 3) ingin mendapatkan keuntungan.  Ketika meliput dan menulis berita bisa saja wartawan dipengaruhi oleh salah satu dari kecenderungan tersebut. Makanya sampai saat ini kita masih menemukan adanya berita yang tidak sesuai fakta, bahkan tidak berdasarkan fakta sama sekali.
Pertama, kecenderungan menonjolkan diri misalnya, mendorong wartawan membuat fakta yang biasa saja dibesar-besarkan (blow up) menjadi berita luar biasa. Kedua,kecenderungan menghindari resiko mendorong wartawan  mengabaikan fakta penting yang merugikan atau membahayakan dirinya.  Ketiga, kecenderungan mengambil keuntungan mendorong wartawan hanya menulis berita yang  menguntungkan saja, misalnya berita yang mungkin mendatangkan iklan dan atau memungkinkan dia dibayar.
Mengenai kecenderungan kedua dan ketiga ini ada pameo di lingkungan wartawan, yaitu “berita tidak cukup hanya memenuhi  5W + 1H  (what, who, where, when, why, how), tapi harus memenuhi unsur S (securiry) dan  M (money)”.
Secara umum proses terjadi berita sebagai berikut:  1) adanya fakta peristiwa/pendapat yang diketahui dan diliput oleh reporter/koresponden/kontributor, 2) hasil liputan tersebut dijadikan bahan berita (tidak disimpan atau diabaikan), 3) berdasarkan bahan berita  itu, reporter/koresponden/kontrobutor menulis naskah berita, lalu disampaikan ke redaksi, 4) redaksi memutuskan untuk mengabaikan naskah tersebut atau mengeditnya menjadi copy berita, dan 5) redaksi memutuskan agar copy berita tersebut disiarkan menjadi berita.
Gambaran tentang proses terjadinya berita dapat dilihat pada bagan berikut:
Proses terjadinya Berita
 Dari bagan di atas dapat dilihat, bahwa terjadinya berita melalui proses yang panjang.   Suatu fakta (peristiwa/pendapat) bisa saja tidak pernah menjadi berita karena tidak diketahui oleh wartawan. Maka tidak heran kalau ada peristiwa, terutama peristiwa kejahatan, baru diketahui  jauh setelah kejadian.  Juga fakta apapun tidak mungkin jadi berita jika diabaikan oleh wartawan. Pengabaian ini bisa jadi karena alasan tidak memiliki nilai berita, tapi bisa juga karena alasan lain, misalnya akan merugikan/membahayakan diri dan atau perusahaan tempat dia bekerja.
Banyaknya bagian fakta yang diabaikan wartawan akan membuat  fakta yang diberitakan tidak utuh lagi.  Apalagi kalau yang diabaikan itu merupakan fakta penting yang dibutuhkan khalayak, maka beritanya akan tidak ada guna bagi khalayak. Berkurangnya fakta ini dalam dunia jurnalistik dikenal dengan istilah erosi fakta.
Berita tidak sesuai fakta bukan hanya karena pengurangan fakta, tapi bisa juga karena penambahan fakta. Kalau penambahan fakta untuk memperjelas fakta, tentu tidak ada masalah. Tapi sering juga wartawan memasukkan opininya, sehingga kadang tidak jelas lagi mana fakta dan mana opini wartawan.  Kadang wartawan sengaja mendramatisir fakta agar lebih menarik.  Dalam dunia jurnalistik, penambahan fakta seperti ini disebut distorsi fakta.
3.Jelaskan Fungsi Pers dalam masyarakat , jurnalis, dan lembaga pers ?
Jawaban :
Pers dalam masyarakat :memiliki andil yang cukup besar, segala kritik tentunya bias dimuat dan dibaca oleh semua orang tanpa kecuali ,
Kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat yang telah diatur undang-undang tentunya akan menjadi suatu koreksi dalam kepemimpinan demokrasi tentu saja peranan pers dalam masyaraka seperti inilah yang akan menjadi satu tombak raksasa yang bias menghantam siapa saja atau sebaliknya
Pers dalam jurnalis :  Peran jurnalis terhadap perlindungan saksi dan korban begitu besar. Bila tidak hati-hati dalam memberitakan, maka posisi saksi dan korban menjadi rentan dalam menjalani sebuah kasus. Namun, jurnalis juga kerap menjadi saksi dan korban serta menerima kekerasan ketika menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pers dalam lembaga pers :bukan hanya masyarakat saja yang bias bersuara, namun pemerintah dengan kebijakan dan rencana kebijakan membutuhkan pers sebagai media, tak hanya sekedar tulisan dan pemberitaan, namun penciptaan suasana sangat dibutuhkan, opini-opini mulai digelar oleh pers untuk meciptakan perbincangan seputar rencana kebijakan pemerintah misalnua

(Sumber Pendapat sendiri)

4.Produk jurnalistik yang terdiri dari berita (news), ulasan (view), iklan (advertise), jelaskan fungsi dan kontruksinya dalam suatu media cetak ?

Jawaban :
News dalam Media cetak : Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya.
Didalam media cetak berita adalah sajian utama yang ditunggu-tunggu oleh masyrakat untuk dilihat atau di baca .

Vews dalam Media cetak : Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa. Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca, karikatur, pojok, dan esai.
Didalam media cetak ulasan adalah suatu pendapat yang mebuat berita lebih menarik atau indah untuk dilihat atau dibaca

Advertise dalam Media cetak : Informing, adanya iklan membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta menfasilitasi penciptaan citra merek yang positif.
• Persuading, iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan.
• Reminding, iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen.
• Adding value, periklanan memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen
Peran iklan
• Membangun awareness konsumen 
Didalam media cetak iklan adalah tempat investasi nilai media cetak tersebut , semakin berita yang disajikan semakin bagus , semakin banyak pembeli dan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang memasang iklannya di media cetak tersebut

(Sumber Buku jurnalisitik Indonesia dan Pendapat sendiri)

5Jelaskan kegunaan dan pengaruh mackup dalam konteks kekinian media cetak ?

Jawaban :
Kegunaan dan pengaruh mickup dalam kontek kekinian dalam media cetak itu sangat berpngaruh terutama dalam segi berita dan ulasan , karena dari itu bisa lebih seusai dan lebih menarik

(Sumber pendapat sendiri)

6Jelaskan kegunaan dan sekmentasi media massa, media cetak, elektronik , online dari segi postif dan negatifnya ?

Jawaban :
DAMPAK POSIRIF DAN NEGATIF media massa, media cetak, elektronik , online dari :
Apabila digunakan dengan baik, bisa luar biasa bermanfaat, khususnya bagi generasi muda dalam bidang pendidikan, materi pelajaran bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, gambar, animasi, film, suara dan konten2 interaktif. Murid bs lebih mudah belajar dan berkreasi. Ilmu pengetahuan dan informasi terbaru dpt disampaikan dlm waktu yg sangat singkat dari dan ke belahan bumi manapun. Generasi muda juga dapat berkomunitas dgn siapapun tanpa menghiraukan ruang dan waktu.

Berhubung Internet sangat versatil penggunaannya, dampak negatif juga sulit dihindari,
di bawah ini adalah dampak positif dan negatif dari internet, antara lain:


Dampak positifnya:
  1. Menambah wawasan baik luar maupun dalam negeri
  2. Menambah pengetahuan (ilmu komputer khususnya)
  3. Efisiensi waktu untuk bekerja
  4. Membantu dalam banyak hal
  5. Lahan info baik pendidikan, kebudayaan, dll
  6. Pertukaran info maupun data
  7. Membantu mencari tugas
  8. Efisiensi mencari data, daripada harus observasi
Dampak negatifnya:
  1. Kecanduan (bagi yang maniak game)
  2. Boros (internet ga murah)
  3. Merusak otak (porno site)
  4. Merusak mata (kan ngeliat komputer terus)
  5. Lupa waktu
  6. Carding
  7. Perjudian
(Sumber pendapat sendiri )

7.Buatlah satu berita kampus dengan kaidah 5w1h bersifat indeks news ?

Jawaban :
Mungkinkah seorang presiden adalah pelaku pembunuhan berantai?
Begini jika 5W 1H ingin digunakan untuk mengembangkan ide cerita;
  • Who: siapa presiden itu, siapa saja korban pembunuhannya?
  • What: apa yang dilakukan presiden itu sesungguhnya
  • Where: dimana saja peristiwa pembunuhan itu terjadi?
  • When: kapan peristiwa itu terjadi, masa lalu atau masa yang akan datang?
  • Why: mengapa presiden itu melakukan pembunuhan berantai?
  • How: bagaimana cara presiden membunuh para korbannya satu persatu?
(Sumber Pendapat sendiri)

        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar