Berita Terbaru Lihat Dibawah ini

UAS ETIKA PROFESI HUMAS


1.Pengertian
A.Profesi Adalah Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”.
Contoh : kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.
Profesional Adalah seseeorang yang memiliki kemampuan teknis dan operasional yang diterapkan secara optimum dalam batas-batas etika profesi.
Contoh : Pekerjaan yang sudah lama di gauli dan akhrinya sudah terbiasa dengan pekerjaan tersebut contoh supir, tukang masak dll
B.Etika Adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Contoh : Etika mahasiswa di dalam kelas priakunya harus dijaga tidak seperti prilaku dirumahnya
Norma Adalah Aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat
Contoh : Norma Tertulis : Jika dilanggar akan mendapat sanksi
Moral Adalah Ajaran tentang baik dan buruknya yang di terima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya
Contoh : Seorang anak yang menonton video porno. Ada 2 faktor yang mempengaruhi,baik linkungan internal maupun lingkungan eksternal.
Akan tetapi yang sering terjadi lebih besar dipengaruhi oleh lingkungan eksternal.Seperti halnya dipengaruhi oleh pergaulan dengan sesama teman.
Seharusnya orang tua dapat lebih berperan dalam mengarahkan proses pendidikan moral anaknya dan tidak bisa di serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah (lingkungan eksternal).Jika orang tua ikut berperan,maka perkembangan anak dapat terkontrol dengan baik tanpa ada penyimpangan-penyimpangan moral dalam kepribadian anak tersebut.
Filsafat Adalah Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Contoh : FILSAFAT PENDIDIKAN
 
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
C.Akhlak (Imam Al-Ghazali, Ibrahim Aus, Abdul Karim Zaiban)
Akhlak pada Imam Ghazali mempunyai pengertian tersendiri dan mempunyai batas pengertiannya sendiri. Pengertian akhlak baginya mengenai cara-cara suluk, mengenai jalan mendekatkannya kepada Allah sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh syariat Islam dan ahli-ahli feqah. Oleh sebab itu, beliau menggunakan banyak nama untuk akhlak itu
Contoh : Kita dapat merumuskan maksud akhlak di sisi Imam Ghazali berdasarkan kepada nama– nama di atas ialah membentuk jiwa dan mengembalikannya kepada apa yang telah digariskan oleh syariat Islam sebagaimana yang telah dilalui oleh ahli-ahli mukasyafah dan ahli tasawwuf Islam serta apa yang pernah dilakukan oleh para nabi, siddiqin dan para syuhada’ yang soleh. Kadang-kadang Ghazali memperkuat pembahasan dan kupasannya dengan menggunakan kata-kata Ibnu Adham, Al-Tustari, Al-Muhasibi dan ahli-ahli Tasawwuf yang lain. Begitu juga tidak sedikit beliau menggunakan riwayat para nabi seperti nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Isa dan lain-lain untuk menjadi hiasan kepada huraiannya
Ibrahim AS Sebuah pendidikan harus mempunyai tujuan, dan tujuan pendidikat islam secara umum adalah sama dengan misi manusia itu sendiri diciptakan dimuka bumi ini yaitu untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khholifah dimuka bumi sebagaimana firman Allah: QS. Adz dzariyat 56, dan surat Al Baqarah : 30

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً

ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi….” QS. Al Baqarah; 30

Adapun nabi Ibrahim lebih menspesifikkan lagi dan lebih mendetailkan tujuan pendidikan dalam konsep Beliau, atau dengan bahasa lain yaitu menjadi muslim yang taat dan menjadi imam dan teladan bagi yang lain.

Contoh : Saling rukunnya keluarga Nabi Ibrahim AS
Abdul Karim Zaidah Akhlak adalah nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga seseorang dapat menilai perbuatan baik dan buruk, kemudian memilih melakukan atau meninggalkan perbuatan itu. Menurut Ahmad Amin, akhlak adalah membiasakan kehendak.
Contoh : Ini berarti jika kehendak itu dibiasakan dapat membentuk akhlak.
D.Sumber Akhlak Hanya bersumber pada Al-Quran dan Hadist, kedua tersebut merupakan landasan atau acuan dari segala sesuatu tindakan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sumber akhlak, di dalam Al Quran dan Hadist pun dijelaskan mengenai arti baik dan buruk dari setiap tindakan dilakukan manusia
Contoh : Diantaranya ayat-ayat Al-Qur'an yang sebagai sumber akhlak antara lain :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللَّهِ اُسْوَةٌحَسَنَةٌ لِّمنْ كَانَ يَرْجُواللَّهَ وَالْيَوْمَ الْاَخِرَوَذَكَرَاللَّهَ كَثِيْرًا ~الأ حزاب ~ ٢١
Artinya :
" Sesunguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rohmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak mengingat Alloh".

Nabi Muhammad SAW selalu memberikan contoh kepada sahabat-sahabatnya, beliau juga memikul tanah bersama-sama sahabtnya pada peperangan Khandaq, beliau memikul tanah di atas pundaknya, padahal beliau mengetahui ada yang dapat menggantikannya dengan sukarela dan senang hati, akan tetapi beliau ingin memberikan contoh teladan dengan perbuatan itu, dan mengobarkan semangat iman di dalam hati mereka. Dalam ayat ini dijelaskan :
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ . ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ~ التين~٤-

Ruang Lingkup Akhlak pun dalam Islam meliputi semua aktifitas manusia dalam segala bidang hidup dan kehidupan. Dalam garis besarnya, akhlak dibagi atas akhlak terhadap Allah atau Khalik (pencipta), dan akhlak terhadap makhluk. Akhlak terhadap Allah dijelaskan dan dikembangkan oleh Ilmu Tasawuf dan tarikat-tarikat, sedangkan akhlak terhadap makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak.
Contoh : 1. Akhlak kepada Allah
a.                   Beribadah kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah Allah untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Seorang muslim beribadah membuktikan ketundukkan terhadap perintah Allah.
b.                   Berzikir kepada Allah, yaitu mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi, baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati. Berzikir kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.
c.                   Berdo’a kepada Allah, yaitu memohon apa saja kepada Allah. Do’a merupakan inti ibadah, karena ia merupakan pengakuan akan keterbatasan dan ketidakmampuan manusia, sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu. Kekuatan do’a dalam ajaran Islam sangat luar biasa, karena ia mampu menembus kekuatan akal manusia. Oleh karena itu berusaha dan berdo’a merupakan dua sisi tugas hidup manusia yang bersatu secara utuh dalam aktifitas hidup setiap muslim.Orang yang tidak pernah berdo’a adalah orang yang tidak menerima keterbatasan dirinya sebagai manusia karena itu dipandang sebagai orang yang sombong, suatu perilaku yang tidak disukai Allah.
d.                   Tawakal kepada Allah, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan.
e.                   Tawaduk kepada Allah, yaitu rendah hati di hadapan Allah. Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, oleh karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh dan sombong, tidak mau memaafkan orang lain, dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.
2. Akhlak kepada makhluk
a. Akhlak terhadap manusia
v Akhlak kepada diri sendiri
§ Sabar, yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan ketikaditimpa musibah.
§ Syukur, yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah, sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya.
§ Tawaduk, yaitu rendah hati, selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya, orang tua, muda, kaya atau miskin. Sikap tawaduk melahirkan ketenangan jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain
v Akhlak kepada sesama manusia
§ Akhlak terpuji ( Mahmudah )
ü Husnuzan.
Berasal dari lafal husnun ( baik ) dan Adhamu (Prasangka). Husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik. Lawan kata husnuzan adalah suuzan yakni berprasangka buruk terhadap seseorang. Hukum kepada Allah dan rasul nya wajib, wujud husnuzan kepada Allah dan Rasul-Nya antara lain: Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah Allah dan Rasul-Nya Adalah untuk kebaikan manusia. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua larangan agama pasti berakibat buruk. Hukum husnuzan kepada manusia mubah atau jaiz (boleh dilakukan). Husnuzan kepada sesama manusia berarti menaruh kepercayaan bahwa dia telah berbuat suatu kebaikan. Husnuzan berdampak positif berdampak positif baik bagi pelakunya sendiri maupun orang lain.
ü Tawaduk
Tawaduk berarti rendah hati. Orang yang tawaduk berarti orang yang merendahkan diri dalam pergaulan. Lawan kata tawaduk adalah takabur. Allah berfirman , Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya, dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ”Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (Q.S. Al Isra/17:24) Ayat di atas menjelaskan perintah tawaduk kepada kedua orang tua.
Fungsi Akhlak dalam kehidupan adalah
a. Meningkatkan derajat manusiaTujuan ilmu pengetahuan adalah meningkatkan kemajuan manusiadibidang rohaniah atau spiritual. Demikian juga dengan ilmu akhlak,seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan lebih utama daripada orangyang tidak memiliki ilmu pengetahuan baik itu ilmu umum maupun ilmuakhlak. Seseorang yang memiliki ilmu tentang akhlak akan mengetahuimana yang baik dan mana yang buruk sehingga menyebabkan dirinyaselalu terpelihara dari perbuatan tercela.
b. Menuntun pada kebaikanIlmu akhlak bukan sekedar pedoman yang memberithukan manayang baik dan buruk melainkan juga mempengaruhi manusia untuk hidupyang suci. Dan mendatangkan manfaat serta membentuk pribadi mulia.
c. Manifestasi kesempurnaan imanManusia yang beriman adalah manusia yang memilikikesempurnaan akhlak.
Karena iman yang sempurna akan melahirkanakhlak yang baik pula. Dalam hadits disebutkan: Artinya : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yangterbaik akhlaknya. Dan sebaik-baik diantara kamu adalahyang berbaik-baik kepada istrinya.”
d. Keutamaan dihari kiamatDisebutkan dalam beberapa hadist, bahwa rasulullah menjelaskanorang-orang yang berakhlak luhur, akan menempati kedudukan yangterhormat dihari kiamat. Salah satunya adalah sebagai berikut :Tiada sesuatu yang lebih berat timbangannya seorang mukmin diharikiamat kecuali keindahan akhlaknya. Dan Allah membenci orang-orangyang keji mulut dan kelakuan. (HR. Turmudzi)
e. Kebutuhan pokok dalam keluargaKeluarga yang tidak dibina dengan akhlak baik adalah keluargayang tidak harmonis dan tidak mendapat hidayah dari Allah.
f. Membina kerukunan antar sesamaAkhlak yang baik sangat penting dalam menjalin tali persaudaraansesama manusia. Hubungan dengan tetangga akan tercipta dengan baikapabila diutamakan pergaulan yang positif dan akhlak yang mulia.
g. Untuk mensukseskan pembangunanSuatu bangsa akan menjqadi bangsa yang besar bila terdiri darimasyarakat yang berakhlak terpuji.



2.Tuliskan dan Uraikan Pengertian dan Bentuk-Bentuk Aspek Kepribadian (dalam Etika Profesi Humas) beserta contohnya ?
aspek kepribadian sebuah konsep yang sangat sukar dimengerti dalam psikologi, meskipun istilah ini digunakan sehari-hari. Kepribadian yang sesungguhnya adalah abstrak (ma’nawiyah), sukar dilihat atau diketahui secara nyata, yang dapat diketahui adalah penampilan atau bekasnya dalam segala segi dan aspek kehidupan. Misalnya dalam menghadapi setiap persoalan atau masalah, baik yang ringan maupun yang kuat

Pada garis besarnya aspek-aspek kepribadian itu dapat digolongkan dalam tiga Hal:
1. Aspek-aspek kejasmanian meliputi tingkah laku luar yang mudah nampak dan ketahuan dari luar, misalnya cara berbuat, berbicara dan sebagainya.
2. Aspek-Aspek kejiwaan meliputi aspek-aspek yang tidak segera dapat dilihat dan ketahuan dari luar, misalnya: cara-caranya berfikir, sikap dan minat.
3. Aspek-aspek kerohanian yang luhur: meliputi aspek kejiwaan yang lebih abstrak yaitu filasafat hidup dan kepercayaan. Ini meliputi sistem nilai yang telah meresap dalam kepribadian, yang telah menjadi bagian dan mendarah daging dalam kepribadin atau dan memberi corak seluruh individu tersebut. Bagi orang-orang yang beragama, aspek-aspek inilah yng menuntutnya kearah kebahagiaan, bukan saja didunia tetapi juga di akhirat. Aspek-aspek inilah memberi kualitas kepribadian keseluruhannya. Dari keseluruhan inilah kepribadian seseorang dapat dinilai,
Contoh : Misalnya kepribadian si A menyenangkan, keprbadian si B buruk atau kurang menyenangkan. Dari keseluruhan inilah muncul nama-nama kepribadian diantarnya kepribadian muslim.
3.Dalam Perkembangan Kepribadian dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, tuliskan dan uraikan factor-faktor yang mempengaruhi kepribadian dan factor-faktor yang membentuk kepribadian
dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan, sehingga menjadi penentu atau pengaruh tingkah laku.
  1. Pembawaan (hereditas)
Pembawaan ialah segala sesuatu yang telah dibawa oleh anak sejak lahir, baik yang bersifat kejiwaan maupun yang bersifat keturunan.[21] Anak merupakan warisan dari sifat-sifat pembawaan orang tuanya yang merupakan potensi tertentu.
Beberapa ahli ilmu pengetahuan menekankan pentingnya faktor keturunan ini bagi pertumbuhan fisik, mental maupun sifat kepribadian yang diinginkan.[22]
1)      Pertumbuhan fisik
Seorang anak yang kuat dan sehat lebih beruntung dibanding dengan anak yang kecil dan ringkih, ia lebih banyak mengikuti aktivitas-aktivitas sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman baginya yang merupakan modal dasar bagi perkembangannya.[23] Sedangkan seorang anak yang struktur tubuhnya lebih atau kurang dari temannya, misalnya terlalu gemuk, terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu kurus akan menjadi objek gangguan dan cemoohan tema-teman, hal tersebut dapat mempengaruhi pembentukan sikap dan kepribadiannya.
2)      Kemampuan mental dan bakat khusus
Seorang anak yang pandai pada umur yang muda sudah dapat mengenal hubungan antara dirinya dan benda-benda lingkungannya. Sesuai dengan cara bagaimana seorang anak sejak kecil dianjurkan untuk mengadakan penyesuaian yang pantas, maka ia juga akan cepat mengerti bentuk penyesuaian yang tepat yang seimbang dengan masa kematangan dan tuntutan yang dihadapinya.
2.Lingkungan
Faktor lingkungan yang ikut mempengaruhi terbentuknya kepribadian terdiri dari lingkungan bersifat sosial dan lingkungan fisik.
Yang dimaksud lingkungan sosial ialah lingkungan yang terdiri dari sekelompok individu (group) interaksi antara individu tersebut menimbulkan proses sosial dan proses ini mempunyai pengaruh yang penting dalam perkembangan pribadi seseorang dengan pendidikan lingkungan sosial yang disebut pergaulan erat dengan seseorang berupa tingkah laku, sikap, mode pakaian atau cara berpakaian dan sebagainya.
Lingkungan fisik (alam) mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadi seseorang. Yang dimaksud lingkungan alam disini adalah segala sesuatu yang ada di sekitar anak selain individu dan benda-benda kebudayaan antara lain keadaan geografis dan klimatologis. Anak yang dibesarkan di daerah pantai akan lain dengan anak yang dibesarkan di daerah pegunungan.
Meskipun kebudayaan mempunyai pengaruh terhadap kepribadian seseorang, namun kadar pengaruhnya berbeda menurut umur dan fase pertumbuhan.
Faktor lingkungan yang paling berperan dalam perkembangan kepribadian adalah rumah, sekolah dan teman sebaya.
1)   Rumah
Rumah adalah lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan kepribadian. Bebrapa sifat lingkungan rumah yang memungkinkan anak membentuk sifat-sifat kepribadian adalah kesediaan orang tua menerima anak sebagai anggota keluarga, adanya sikap demokratis, keadaaan ekonomis yang serasi, penyesuaian yang baik antara ayah dan ibu dalam pernikahan dan penerimaan sosial para tetangga terhadap keluarga.
Keadaan rumah yang sederhana, bersih, rapi, dimana anak mendapat makanan yang sehat dan anggota keluarga bersikap sedemikian rupa, sehingga memberi rasa aman kepada anak, inilah yang akan membantu perkembangan kepribadian anak ke arah terbentuknya kepribadian yang harmonis dan wajar.
2)      Sekolah
Sekolah adalah tempat dimana anak dapat belajar dan menimba ilmu. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi akan membantu anak belajar dengan tenang dan nyaman. Disamping itu hubungan antara siswa dengan guru, dan hubungan antara siswa dengan lingkungan sekolah lainnya perlu dijaga karena hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak.
3)      Teman sebaya
Baik di sekolah maupun di luar sekolah kepribadian anak banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya. Dalam lingkungan sekolah anak belajar bermain dengan anak lain, belajar bekerjasama dengan anak lain. Anak dan remaja berusaha mencapai realisasi diri melalui keberhasilan, ia harus melebihi hasilnya sendiri untuk dapat maju dan harus dapat menyayangi orang lain juga. Cara-cara yang memberikan keberhasilan dalam persaingan dalam hubungan dengan teman sekolah, akan dipakainya dalam kompetisi selanjutnya. Kebiasaan ini akan berlangsung terus dalam integrasi kepribadian pada masa dewasa.
Dari kedua faktor di atas, faktor lingkungan dan keturunan sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian anak. Faktor keturunan pada umumnya lebih kuat pengaruhnya pada tingkat bayi, sedang faktor lingkungan lebih besar pengaruhnya apabila insan telah meningkat dewasa.
3.Citra diri (self concept)
Faktor yang tidak kalah penting dalam memahami perkembangan kepribadian anak ialah self concept (citra diri) yaitu kehidupan kejiwaan yang terdiri atas perasaan, sikap pandang, penilaian, dan anggapan yang semuanya akan terpengaruh dalam keputusan tindakan sehari-hari.
Seseorang dengan citra dirinya menilai dirinya sendiri dan menilai lingkungan sosial.
Moral sebagian standart yang muncul dari agama dan lingkungan sosial, memberi konsep-konsep yang baik dan buruk, patut dan tidak patut secara mutlak, akan tetapi seseorang tidak begitu saja menerima melainkan dipertentangkan dengan citra diri yang dimilikinya.
Pengaruh lingkungan dan pembawaan dalam terbentuknya kepribadian seseorang, keduanya saling berkait dan melengkapi satu sama lain tanpa mengabaikan self concept yakni bagaimana seseorang menggunakan potensi yang dimiliki danlingkungannya, karena self concept mempunyai pengaruh yang besar untuk menginterprestasikan kuatnya daya pembawaan dan kuatnya daya lingkungan.
Terbentuknya kepribadian seseorang membutuhkan waktu yang panjang, berangsur-angsur dan kontinue dari bayi hingga mati. Pembentukan sekaligus pembinaan kepribadian individu haruslah terus menerus dibentuk dan dibina secara baik dan wajar menuju kepribadian yang ideal. Untuk mencapai kepribadian yang ideal diperlukan lingkungan yang kondusif dan menuntut adanya kesediaaan, keterbukaan individu terhadap gagasan pengalaman-pengalaman baru.

Dalam proses pembentukan kepribadian seorang remaja, hal yang paling mempengaruhi adalah sekolah. Pentingnya sekolah dalam memainkan peranan didiri siswa dapat dilihat dari realita sekolah sebagai tempat yang harus dihadiri setiap hari. Sekolah memberi pengaruh kepada anak secara dini seiring dengan masa perkembangan konsep diri, anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di sekolah dari pada di rumah. Di samping itu sekolah memberi kesempatan siswa untuk meraih sukses serta memberi kesempatan pertama kepada anak untuk menilai dirinya dan kemampuannya secara realistik

Adapun proses perkembangan kepribadian sebagai runtutan atau tahapan awal dalam pencapaian sempurnanya jiwa yang dilakukan dengan menilai dari pembentukan akhlak terlebih dahulu yang mewujudkan ketaqwaan terhadap Tuhan.
4.Tuliskan (Isi dan nama kelompok) Tugas yang anda buat secara singkat dan padat


di soal nomor 4 saya tidak bisa memberikan jawaban karena saya tidak dapat kelompok

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar